Kamis, 07 April 2016

Formalin



Profil Singkat:
Nama                                : Formalin
Nama IUPAC                   : Formaldehida
Rumus Molekul                 : CHOH



Aplikasi Penggunaan: Pengawet mayat, pembasmi serangga, bahan pengawet kosmetik, pencegah korosi untuk sumur minyak.                 

Aplikasi Penyalahgunaan: Pengawetan ikan segar, ayam potong, daging, mie basah  dan tahu.

Ciri-ciri penyalahgunaan: 
1. Ikan segar: ikan basah yang warnanya putih bersih, kenyal, insangnya berwarna merah tua (bukan merah segar), awet sampai beberapa hari dan tidak mudah busuk.
2. Ayam potong: ayam yang sudah dipotong berwarna putih bersih, awet dan tidak mudah busuk.
3. Mie basah: mie basah yang awet sampai beberapa hari.
4.Tahu: tahu yang bentuknya sangat bagus, kenyal, tidak mudah hancur awet beberapa hari, dan tidak mudah basi.

Bahaya dari penyalahgunaan: 
a. Akut : efek pada kesehatan manusia langsung terlihat : sepert iritasi, alergi, kemerahan, mata berair, mual, muntah, rasa terbakar, sakit perut dan pusing. 
b. Kronik : efek pada kesehatan manusia terlihat setelah terkena dalam jangka waktu yang lama dan berulang : iritasi kemungkin parah, mata berair, gangguan pada pencernaan, hati, ginjal, pankreas, system saraf pusat, menstruasi dan pada hewan percobaan dapat menyebabkan kanker sedangkan pada manusia diduga bersifat karsinogen (menyebabkan kanker). Mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung formalin, efek sampingnya terlihat setelah jangka panjang, karena terjadi akumulasi formalin dalam tubuh.

Dosis penggunaan: 
International Programme on Chemical Safety (IPCS), adalah 0,1 mg per liter atau dalam satu hari asupan yang dibolehkan adalah 0,2 mg. Sementara formalin yang boleh masuk ke tubuh dalam bentuk makanan untuk orang dewasa adalah 1,5 mg hingga 14 mg per hari. Berdasarkan standar Eropa, kandungan formalin yang masuk dalam tubuh tidak boleh melebihi 660 ppm (1000 ppm setara 1 mg/liter). Sementara itu, berdasarkan hasil uji klinis, dosis toleransi tubuh manusia pada pemakaian secara terus-menerus (Recommended Dietary Daily Allowances/RDDA) untuk formalin sebesar 0,2 miligram per kilogram berat badan. Misalnya berat badan seseorang 50 kilogram, maka tubuh orang tersebut masih bisa mentoleransi sebesar 50 dikali 0,2 yaitu 10 miligram formalin secara terus-menerus. Sedangkan standar United State Environmental Protection Agency/USEPA untuk batas toleransi formalin di udara, tercatat sebatas 0.016 ppm. 
                          







    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar